TUGAS 2 SEJARAH
A. Berbagai pergolakan di Dalam Negeri (1948 - 1965)
1. Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang Berkaitan dengan Ideologi
a. Pemberontakan PKI Madiun
Faktor penyebab terjadinya Pemberontakan PKI di Madiun 1948!
1. Kekecewaan atas Perundingan Renvile
2. Kekecewaan atas rasionalisasi jumlah pasukan TNI
3. Hasutan dari Musso yang baru kembali dari Uni Sovyet
Tokoh yang terlibat dalam Pemberontakan PKI Madiun
1. Gatot Soebroto
2. Kolonel Sadikin
3. Kolonel Sungkono
4. Kolonel A.H Nasution
b. Pemberontakan Darul Islam / Tentara Islam Indonesia(DI/TII)
1) Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat
Pemberontakan dipimpin oleh Kartosuwiryo. penyebab terjadinya pemberontakan ini karna tidak setuju nya atas perjanjian renville
2 DI/TII Jawa tengah dipimpin oleh Amir Fatah sebenarnya Amir Fatah diberi tugas menggabungkan laskar laskar untuk masuk dalam TNI..Namun setelah berapa lama dia dan ank buah nya melarikan diri dan menyatakan bagian dari DI/TII
3 DI/TII Aceh dipimpin oleh Daud pemberontakan ini terjadi karena kekecewaan Daud karna Aceh diturunkan dari daerah istimewa menjadi keresidenan
4 DI/TII Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kahar Muzakar pemberontakan ini terjadi karena dia berambisi untuk menduduki jabatan sebagai APRIS
5) Pemberontakan Ibnu Hadjar, di Kalimantan Selatan
Pemicu pemberontakan ini adalah kegagalan para mantan pejuang kemerdekaan asal Kalimantan Selatan untuk diterima di tentara Indonesia saat itu, APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat).
c. Pemberontakan G-30-S/PKI
Faktor penyebab terjadinya pemberontakan G30S/PKI
1.akibat kurangnya rasa tunduk atau patuh terhadap pancasila
2.kurangnya sifat kesatuan
3.tidak ada munculnya rasa perjuangan untuk melawan tindakan idiologi yg mencampuri pancasila
4.tidak ada rasa cinta terhadap cinta tanah air satu sama lain
5.dan tidak ada rasa kebersamaan
Tokoh yang terlibat dalam G 30 S/PKI adalah:
- DN Aidit, ketua Partai Komunis Indonesia (PKI)
- Syam Kamaruzzaman, ketua Biro Khusus PKI
- Letkol Untung Syamsuri, pemimpin pasukan Cakrabirawa
- Marsekal Umar Dhani, Panglima Angkatan Udara
2. Peristiwa Konflik dan Pergolakan yang Berkaitan dengan Kepentingan (Vested Interest)
a. Pemberontakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)
Penyebab pemberontakan APRA adalah keinginan Raymond Westerling dan Sultan Hamid II untuk merebut kekuasaan dan mempertahankan negara federal Republik Indonesia Serikat, seiring dengan dibubarkannya negara-negara bagian bentukan Belanda di RIS yang bergabung kembali ke Republik Indonesia.
Selain itu penyebab lainya adalah kekecawaan mantan
anggota tentara KNIL yang khawatir pengaruh dan kekuasaanya berkurang setelah bergabung TNI.
Tokoh yang terlibat dalam Pemberontakan APRA
Kapten KNIL Raymond Westerling , Anwar TJokroaminoto (Perdana Menteri Pasundan), Komisarisbesar Jusuf, Komisaris besar Djanakum, Surja karta legawa, Male Wiranata Kusuma,Sultan Hamid II. Hanya itu yang saya tau
b. Pemberontakan Andi Azis
Faktor penyebab terjadinya pemberontakan
1) Timbulnya pertentangan pendapat mengenai peleburan Negara bagian Indonesia Timur (NIT) ke dalam negara RI.
2) Ada perasaan curiga di kalangan bekas anggota" KNIL yang disalurkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Setikat (APRIS)/TNI.
3) Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur.
4) Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI
5) Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.
Tokoh dalam pemberontakan Andi Azis:
1. Kapten Andi Azis, bekas perwira KNIL (Tentara Kolonial Hindia Belanda) dan pemimpin pemberontakan
2. Letnan Kolonel Suharto dan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, memimpin penumpasan pemberontakan Andi Azis
3. Letnan Kolonel Ahmad Yunus Mokoginta, komandan Tentara Wilayah Negara Indonesia Timur di Makassar yang disandera Andi Azis
c. Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)
Penyebab dari pemberontakan Republik Maluku Selatan disebabkan oleh ketidakpuasan beberapa tokoh lokal.
Tokoh pejuang NKRI dalam pemberontakan RMS adalah:
Dr. Johannes Leimena
Brigardir Jenderal Slamet Riyadi dan
Kolonel Alex Kawilarang
3. Peristiwa Konflik dan pergolakan yang Berkaitan dengan Sistem Pemerintah
a. Pemberontakan PRRI/ Permesta
Penyebab langsung pemberontakan PRRI/Permesta adalah adanya hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, terutama di Sumatra dan Sulawesi mengenai masalah otonomi daerah dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Sikap tidak puas tersebut mendapat dukungan dari sejumlah perwira militer.
Tokoh dari pemberontakan PRRI/PERMESTA:
Sjafruddin Prawiranegara (Perdana Menteri PRRI)
Assaat (Menteri Dalam Negeri)
Kol. Maludin Simbolon (Menteri Luar Negeri dan pemimpin Dewan Gajah di Sumatera Utara)
Letkol Ahmad Husein (pemimpin Dewan Banteng di Sumatera Barat)
Letkol R. Barlian (pemimpin Dewan Garuda di Sumatera Selatan)
Letkol Ventje Sumual (pemimpin Dewan Manguni di Sulawesi Utara)
Soemitro Djojohadikoesoemo (Menteri Perhubungan dan Pelayaran)
Muhammad Sjafei (Menteri PPK dan Kesehatan),
J.F. Warouw (Menteri Pembangunan),
Saladin Sarumpaet (Menteri Pertanian dan Perburuhan),
Muchtar Lintang (Menteri Agama),
Saleh Lahade (Menteri Penerangan),
Abdul Gani Usman (Menteri Sosial),
Dahlan Djambek (Menteri Pos dan Telekomunikasi)
b. Persoalan Negara Federal dan BFO
Latar belakang persoalan negara federal dan konferensi pembentkan Badan Permusyawaratan Federal (BFO) pada 27 Mei 1948 dilatarbelakangi oleh sikap Belanda yang tidak mau mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia, meskipun dalam hal ini Indonesia telah menyatakan merdeka melalui Proklamasi 1945.
Kedatangan Belanda pasca proklamasi membuat haluan politik Indonesia berubah. Jika awalnya Indonesia menyakan sebagai negara kesatuan, maka dengan ancaman kedatangan belanda Soekarno mengubah bentuk negara kesatuan menjadi federal yang dipimpin oleh Sjahrir. Alasannya, van Mook yang merupakan pimpinan tidak mau berunding dengan Soekarno. Perubahan bentuk negara ini hanya bersifat politis.
tokoh - tokoh yang terlibat di dalam PEMBENTUKANnya adalah Dr. Hubertus Johanes Van Mook.
Komentar
Posting Komentar